BREAKING
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Agustus 2013

MISTERI KARTU TAROT

Banyak media baik di TV, radio, koran, dan majalah telah menayangkan ramalan dengan menggunakan kartu tarot. Banyak yang tertarik, namun mungkin tidak banyak yang mengetahui apa itu sebenarnya kartu tarot. Namun selama ini ramalan Tarot identik dengan kaum gypsi. Jika anda sendiri kurang mengerti tentang seluk beluk ramalan kartu Tarot ini yah bisa dimaklumi karena memang ramalan ini lebih populer di dunia metafisik barat.

Hingga kini asal muasal kartu tarot masih berupa misteri. Banyak versi asumsi dan teori mengenai asal munculnya pertama kali kartu Tarot ini. Ada sebagian ahli yang menyatakan kartu Tarot ini berasal dari India dan ada juga yang menyatakan berasal di Mesir. Namun catatan sejarah mengenainya ada di Italy, dimana kartu Tarot muncul pertama kali dipergunakan sebagai medium ramalan selain sebagai kartu permainan di Italy pada abad 14 dan kartu ini dulunya bernama Tarroci. Sejarah keberadaan kartu Tarot banyak yang hilang ketika di abad pertengahan kaum gereja membakar banyak kartu tarot dan hal-hal yang berkaitan dengannya karena dianggap sebagai kartu setan dan sebagai medium paganisme (Hingga sekarang pun masih banyak orang yang beranggapan demikian).

Adapun struktur kartu ini sedikit berbeda dengan kartu remi (kartu bridge). Dimana kartu remi terdiri dari 54 kartu sedangkan di dalam kartu tarot terdiri dari 78 kartu. Di dalam kartu remi terbagi menjadi 4 jenis kartu yakni: kartu keriting, buah hari, wajik dan waru. Sedangkan di dalam kartu tarot terbagi menjadi dua jenis yakni: Major Arcana (Arkana mayor) dan Minor Arcana (Arkana minor). Arkana berarti rahasia atau simbol. Arkana mayor terdiri dari 22 kartu yang dimulai dari angka 0 yang dilambangkan sebagai The Fool (si bodoh) dan di akhiri dengan angka 21 yang dilambangkan sebagai The World (Duniawi). Arkana minor terbagi lagi menjadi 4 lambang: tongkat, pedang, koin dan cangkir. Di dalam arkana minor masing-masing lmabang dimulai dengan kartu berangka 1 atau disebut juga dengan Ace (kartu as) dan diakhir dengan angka 10 serta dilengkapi 4 kartu kerajaan atau disebut sebagai Court Cards. Kartu kerajaan (Court Cards) ini dimulai dengan kartu dayang-dayang (page), kemudian Ksatria (Knight), dilanjutkan dengan Ratu (Queen) kemudian diakhir dengan kartu Raja (King).

Kartu Arkana Mayor (rahasia besar) mengandung nilai filosofis yang tinggi dan melambangkan perjalanan manusia dari usia bayi (yang dilambangkan sebagai The Fool atau si bodoh) hingga mencapai nirvana (yang dilambangkan sebagai The World atau Duniawi). Biasanya dalam peramalan, kemunculan kartu Arkana mayor memiliki arti yang lebih mendalam dibandingkan dengan kartu Arkana Minor (rahasia kecil).

Kartu Arkana minor memiliki 4 lambang berbeda yang mengandung arti yang berbeda-beda dan spesifik. Keberadaan kartu Arkana Minor melengkapi detail-detail peramalan dalam sesi konsultasi.

Dalam kondisi tertentu, beberapa peramalan tarot juga mempergunakan inteprestasi elemen dalam peramalan. Terdapat 4 elemen di dalam kartu Tarot yakni: elemen air, api, udara dan tanah. Semua kartu baik di dalam golongan Arkana Mayor maupun Arkana Minor mengandung ke 4 elemen tersebut.

Di dunia modern, banyak psikolog maupun psikiater mempergunakan teknik peramalan dengan kartu tarot untuk membantu menganalisa kejiwaan klien. Dalam kondisi-kondisi tertentu, simbol-simbol di dalam kartu tarot banyak kaitannya dengan teori psikoanalisis nya Freud. Misalnya: kartu Arkana Mayor berangka 8 yang dilambangkan sebagai The Strength (kekuatan). Di dalam kartu ini tergambar seorang wanita sedang menaklukan seekor singa dengan kekuatan kelembutannya. Hal ini jika muncul di dalam peramalan, menggambarkan pergolakan batin dari seorang klien dalam usahanya menaklukan konflik batin antara emosi, ego, dan nafsu kebinantangan.

Banyak sekali kegunaan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan memperdayakan kartu Tarot sebagai medium. Adapun penilaian bahwa ramalan ini mengandung kekuatan mistis dan klenik, semua itu dikembalikan kepada manusianya dan juga si peramal itu sendiri.

Rabu, 14 Agustus 2013

PENEMU TIMES NEW ROMAN

Times New Roman, tentu banyak orang yang tahu. Jenis huruf ini digunakan sebagai standar huruf dalam dunia pengetikan. Keberadaannya dikenal luas oleh orang dari berbagai kalangan profesi. Namun, seberapa banyak di antara kita yang mengetahui sejarah penciptaan huruf jenis Times New Roman ini?

Huruf ini dirancang oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Stanley Morrison. Ia lahir pada tanggal 6 Mei 1889 di Wanstead, Inggris. Stanley tumbuh sebagai figur yang tidak memiliki pengetahuan tentang percetakan, namun di kemudian hari ia menempati banyak posisi penting di dunia tersebut. Pengetahuannya yang banyak dalam hal tipografi didapatkan sejak menjadi anggota percetakan The Pelican Press.

Kecintaannya pada Tuhan membuatnya banyak membaca buku-buku religius, bahkan karya tipografinya yang pertama juga ditujukan untuk gereja. Setelah keluar dari The Pelican Press, ia bekerja untuk Cloister Press di Manchester. Banyak desain-desain terbaiknya dihasilkan saat ia bekerja di perusahaan ini. Lagi-lagi, karyanya banyak mencerminkan latar belakang gereja katolik, hal ini terlihat pada ilustrasi dan berbagai macam dekorasi yang ia gunakan. Karena ia sangat membenci perang, gerakan antiperangnya membuat ia sempat dipenjara selama empat tahun (1914-1918).

Selama kurang lebih 30 tahun (1929-1960) Stanley Morrison menjadi konsultan huruf untuk koran The Times di London, Inggris. Sebagai konsultan huruf, pada tahun 1931 ia mengatakan pada Times, ”The Times merupakan koran yang telah memiliki pelanggannya sendiri, kita memerlukan sebuah huruf yang tidak sama dengan barang dagangan pada umumnya, huruf itu harus baik pada dasarnya, namun juga mencerminkan kekuatan dari garis, konsistensi, dan ekonomis bagi The Times”.
 
Karena kata-katanya itulah, 3 Oktober 1932 menjadi hari pemasaran jenis huruf “Times” ke khalayak ramai, karena pada hari itu untuk pertama kalinya koran The Times dicetak dengan menggunakan jenis huruf yang dinamai seperti koran itu sendiri. Stanley Morisson bukan satu-satunya orang yang berada di balik layar kesuksesan huruf tersebut. Ia juga dibantu temannya bernama Victor Lardent sebagai orang yang menggambar rancangan huruf ini. 

Huruf bernama Times ini dengan cepat menjadi sangat populer pada masa itu, banyak digunakan di koran, majalah, maupun buku lapor*an tahunan perusahaan. Huruf ini didaftarkan lisensinya ke The Monotype Corporation di Inggris, namun juga didaftarkan ke perusahaan lisensi Linotype di Amerika, karena koran The Times banyak mendaftarkan lisensi dari produk-produknya ke Linotype. Akhirnya, pada tahun 1945, The American Linotype Company mendaftarkan nama dagang ”Times Roman” secara terpisah, bukan sebagai bagian dari The Times ataupun Monotype. Di sinilah terjadi perbedaan nama untuk penggunaan huruf ini dalam komputer. Linotype dan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Adobe dan Apple Macintosh menggunakan nama ”Times Roman”, sedangkan Monotype dengan perusahaan-perusahaan di bawah lisensinya seperti Microsoft meng*gunakan nama “Times New Roman”.

Pada era ’80-an, Monotype mendesain ulang Times New Roman dan mengklaim bahwa huruf yang di desain ulang ini lebih baik daripada Times Roman yang dimiliki Linotype. Karena tidak mau kalah, pada periode waktu yang berdekatan, Adobe-Linotype juga meluncurkan seri baru dari huruf Times, yang tentu saja mereka mengklaim huruf yang baru juga lebih baik dibanding huruf milik Monotype. Pada kenyataannya, sebagian atau mungkin seluruh pengguna huruf ini tak akan menyadari atau bahkan tak akan mempermasalahkan perbedaan di antara keduanya walaupun huruf-huruf tersebut dicetak sangat jelas dengan ukuran 10 pt dalam resolusi tinggi 300 dpi.
Lepas dari berbagai pertentangan di atas, terbukti bahwa Stanley Morrison telah berhasil menciptakan huruf yang baik dengan ciri khasnya tersendiri sehingga jenis huruf ini terus dikenang dan digunakan oleh banyak kalangan hingga saat ini. Ia meninggal pada 11 Oktober 1967 di London, Inggris.
 
Copyright © 2013 DAYAK NEWS
Design by FBTemplates | BTT